Menarik perhatian siswa saat pembelajaran
Tulisan ini sekedar sharing

Awal pelajaran atau awal setiap penggal kegiatan dalam inti pelajaran guru harus melakukan kegiatan membuka pelajaran. Membuka pelajaran adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang guru. Komponen ketrampilan itu adalah menarik perhatian, menimbulkan motivasi dan materi acuan.
Nah pertanyaannya bagaimanakah cara menarik perhatian siswa?
Yang harus diperhatikan seorang guru tersebut ada tiga hal.
Yang pertama Gaya Mengajar Guru 
Perhatian siswa dapat timbul dari apresiasi gaya mengajar guru seperti posisi guru dalam mengajar, atau guru melakukan kegiatan yang berbeda dari biasanya.
Yang kedua Penggunaan Alat Bantu Mengajar 
Penggunaan alat bantu mengajar yang biasa kita kenal dengan media sangatlah berpengaruh dalam menari perhatian perserta didik. Kita dapat mensiasati penggunakan media seperti : gambar, model, skema. Bisa juga menggunakan alat peraga baik itu flash (media flash yang saya maksud bisa seperti ini)  maupun media konvensional (biasanya terbuat dari bahan begas, ataubarang yang ada disekitar kita, ini dapat dibuat tergantung kreatifitas guru yang bersangkutan) disamping menarik perhatian memungkinkan  terjadinya kaiatan antara hal yang telah diketahui dengan hal yang dipelajari.
Yang ketiga Pola Interaksi Yang Bervariasi.
Jadi interaksi yang terjadi tidak hanya guru saja yang mendominasi, biarkan siswa itu berkembang ciptakan pola interaksi
 Seperti
guru-siswa, siswa-siswa, siswa-guru.
Nah selanjutnya apabila kita ingin menjadi guru yang disayangi dan dirindukan muri, setelah kita melakukan langkah diatas maka hal berikutnya yang mesti kita lakukan adalah menimbulkan motivasi.
Cara untuk menimbulkan motivasi
a.  Dengan Hangat dan Antusias
Hendaknya menciptakan suasana yang ramah, antusias, bersahabat dan sebagainya. Sebab dapat mendorong tingkah dan kesenangan dalam mengerjakan tugas sehingga motivasi siswa akan timbul.
b. Menimbulkan Rasa Ingin Tahu
Melontarkan ide yang bertentangan dengan mengerjakan masalah atau kondisi diri kenyataan sehari-hari
Contoh : Kalau transmigrasi dapat meningkatkan kemakmuran penduduk mengapa
banyak penduduk di pulau jawa tidak mau transmigrasi.
c.  Dengan Memperhatikan Minat Siswa.
Menyesuaikan topik pelajaran dengan minat siswa karena motivasi dan minat berpengaruh pada jenis kelamin, umur, sosial ekonomi dan sebagainya.
Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah Memberi Acuan (Structuring)
Yaitu usaha untuk mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkai alternatif yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas hal-hal yang harus dipelajari.
Untuk itu cara yang dilakukan adalah :
a.  Mengemukakan tujuan dan batas tugas hendaknya guru mengemukakan tujuan pelajaran terlebih dahulu batas tugas yang dikerjakan siswa.
Contoh sederhanannya seperti ini : Guru : hari ini kita belajar mengarang cerita perhatikan tiga buah gambar berikut lalu berdasarkan gambar itu tulis suatu cerita yang panjangnya lebih kurang 100 kata
 b. Menyarankan Langkah-Langkah Yang Dilakukan
Tujuannya adalah agar dalam pelajaran siswa akan terarah usahanya dalam mempelajari materi dan tugas jika guru memberi saran dan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan misalnya :
Guru : tugas kalian adalah membuktikan pada temperature berapa derajat celcius air mendidih langkah yang harus kalian kerjakan adalah :
  • Mengukur temperature yang belum dipanasi
  • Lalu nyalakan lampu spirtus ini dan panaskan air dalam gelas ini
  • Jika air sudah mendidih catatlah berapa suhunya sesuai dengan yang kelihatan pada temperatur.
 c.  Mengingatkan Masalah Pokok Yang Dibahas
Misalnya : Dengan mengingatkan siswa untuk menemukan hal-hal yang positif dari   sifat suatu konsep, tanda, media, hewan dan lain-lain.
Selain itu tunjukan juga hal negatif yang hilang atau kurang lengkap.
Contoh : Periksalah bahan-bahan ini dan tentukan mengapa beberapa batu dapat digolongkan dalam jenis batu yang mengandung biji besi dan yang lain tidak.
Untuk memancing pemikiran siswa kita dapat mengajukan pertanyaan
Pertanyaan diajukan sebelum memulai penjelasan akan mengarahkan siswa dalam mengantisipasi isi pelajaran yang akan dipelajari.
Contoh : Sebelum memutar film tentang siklus kehidupan nyamuk guru mengajukan pertanyaan untuk membantu siswa memahami siklus nyamuk yang digambarkan oleh film tersebut.
nah apabila guru menjelaskan tentang materi guru baru perlu menghubungkan dengan hal yang telah dibuat siswa atau pengalaman atau minat dan kebutuhanya untuk mempermudah pemahaman hal-hal yang telah dikenal, pengalaman, minat dan kebutuhan inilah yang disebut dengan pengait.
Contoh sederhana :
Usaha guru untuk membuat kaitan.
  1. Permulaan pelajaran guru meninjau kembali sejauh mana materi sebelumnya telah dipahami dengan mengajukan pertanyaan atau merupakan inti materi pelajaran terdahulu secara singkat.
  2. Cara membandingkan atau mempertentangkan dengan pengetahuan baru, hal ini dilakukan jika pengetahuan baru erat kaitanya dengan pengetahuan lama.
Contoh : Guru bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengurangan  sebelum mengerjakan pembagian. Cara menjelaskan konsepnya atau pengertian lebih dahulu sebelum mengerjakan bahan secara terperinci.
Menutup Pelajaran
Menjelang akhir pelajaran atau akhir setiap penggal kegiatan guru harus melakukan penutupan pelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok sebuah materi yang diajarkan.

Ridwan Nurhadi S.Pd, Penulis buku Cara Kaya dari Dunia Maya. Bagi anda yang membutuhkan privat training untuk pembuatan dan pengelolaan website dapat menghubungi saya di WA 085282586864.

Pesan website murah sekarang juga!

Keluhan dan saran
Bantu saya untuk lebih baik
Ridwan Nurhadi
WA 085282586864
Tangerang, Indonesia